Dec 18, 2014

Terus

Kelmarin aku terserempak dengan Prof Myo Than, pensyarah Anatomy merangkap mentor dalam kumpulan.


"I haven't seen you in quite a long time."


Aku senyum dengan mesra.
"Kinda busy with lotsa things, prof."


"Oh and I want to congratulate you for your consistently increasing results in every End Of Module."


Aku teringat bagaimana beberapa bulan lalu Prof Myo Than dengan nada prihatin, bertanyakan sebab aku gagal dalam GIT module. Gagal buat pertama kalinya sepanjang hampir dua tahun.


"Thank you prof, but I haven't done my best yet."


Prof senyum.
"Its okay. The best are yet to come."


Sambungnya lagi,
"You don't need to straight away got an A after failing your GIT. You just need to show me your improvement. Step by step, little by little."


"I will, prof. I'm trying."


"Its okay if you don't want to tell me your problems. But I just want to ask you, have you solved it?"


Segala apa yang pernah berlaku muncul semula, terakam jelas dalam kepala. Beberapa bulan yang lalu. Sehingga aku berputus asa untuk lakukan apa-apa dan sengaja menggagalkan diri dalam peperiksaan.


Dan dengan kegagalan itu, sepertinya aku puas.
Puas melihat segala yang hancur semakin hancur.


"I don't know, prof. Its kinda hard."


Prof memandang aku dengan wajah tuanya yang lembut.


"Whatever happened, just let it be. You don't have to cry for your past. Its already happened. You can't changed it, Aqila."


"Currently trying to put all the pieces back together. But I'm okay now, prof. I'm much more better."


Berjalan beriringan sebelum berpisah ke haluan sendiri.


"Do your best for your Urogenital exam."


"I will, thank you prof!"


Dan aku habiskan sepanjang hari berfikir tentang bagaimana suatu masa dahulu ketika aku merasakan harapan telah tiada, aku sebenarnya buta untuk melihat keupayaan aku meneruskan nafas.


Hari ini, aku masih hidup.
Dan aku akan terus hidup sehingga Dia memanggil, mengikut ketentuan dan ketetapan yang telah tertulis.


Tidak akan sekali-kali aku putuskan untuk mati sendiri.

1 comment:

QHURAISYA annuar said...

Cerita ni buat aku bangun. Kerana aku rasa aku gagal disini.